Klaster Corona di Unsika: 40 Orang Positif dan 1 Dosen Meninggal

Berita

Karawang – Jumlah orang tertular virus Corona atau COVID-19 dari klaster kampus Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) perlahan mulai terkuak. Pihak kampus yang awalnya tertutup kini sudah ditegur Satgas Penanganan Corona Karawang. Sementara ini, ditemukan 40 orang positif dari klaster tersebut dan seorang dosen meninggal.

“Kita masih berupaya melakukan tracing kepada para mahasiswa,” ujar Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Karawang Fitra Hergyana kepada detikcom, Rabu (6/1/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, penyebaran Corona di Unsika terjadi dalam lima kegiatan kampus sepanjang Desember 2020. Dari tangkapan layar formulir penyelidikan epidemiologi yang diterima detikcom, lima kegiatan itu berlangsung di Bandung, Bali dan sejumlah hotel di Karawang.

Rinciannya, rapat kerja di Bandung pada 7 Desember 2020, rapat kerja di Bali pada 10 hingga 13 Desember 2020, penutupan KKN di Hotel Resinda pada 16 Desember 2020. Lalu, lokakarya LP3M Unsika pada 16-17 Desember 2020, dan Pelantikan Tenaga Kependidikan pada 17 Desember 2020.

Dari lima acara tersebut, terdata tujuh pejabat kampus Unsika positif, menyusul 18 orang dosen dan belasan mahasiswa.

“Totalnya 40 orang terdiri dari pejabat kampus termasuk rektor, dosen dan mahasiswa,” tutur Fitra mengungkapkan.

Dampak dari klaster tersebut, kampus Unsika hingga hari ini masih ditutup. Semua keperluan administrasi dilakukan secara online. Puluhan orang dirawat di sejumlah rumah sakit dan hotel.

Bahkan seorang dosen dari Fakultas Hukum Unsika meninggal karena positif Corona pada pekan lalu atau tepatnya Selasa (29/12/2020). Gelaran acara Unsika itu berbuntut panjang. Sebab, pihak kampus menggelar acara tanpa koordinasi dan seizin Satgas Penanganan COVD-19 Karawang.

“Kegiatan di Resinda itu tanpa koordinasi dan sepengetahuan satgas,” kata Fitra.

Diketahui, acara pembubaran KKN di Hotel Resinda pada 16 Desember 2020 digelar di ballroom besar. Dalam ruangan itu, terdapat sekitar 200 orang yang hadir.

“Karena Unsika tertutup, pelacakan jadi terhambat. Banyak mahasiswa yang belum terlacak dan terlanjur berbaur di lingkungannya masing-masing,” ujar Fitra.


Sumber